Animasi Indonesia Tak Berharga

        Banyak hal yang membuat Animasi di negeri kita ini tidak berharga seperti animasi di negeri jiran atau lainnya.Sehingga banyak dari animator kita pun memilih hijrah ke negeri seberang dan memilih untuk membesarkan nama animasi mereka.Ngak munafik saya juga mau kalu mendapatkan tawaran seperti itu walau selalu terpikir oleh saya kapan animasi lokal kita akan berkembang layaknya animasi dari negeri jiran atau lainnya.Jujur lebih indah jika kita berhasil mengembangkan karya negeri sendiri dari pada membesarkab nama negeri orang.
         Masalah utama kita sudah pasti mindset nya kita sendiri sebagai orang Indonesia itu harus di ubah.Ada satu moment yang saya kutip pada saat menonton sebuah film berjudul Habibie Ainun.Suatu moment saat Pak Habibie berada di toilet mendengar dua orang pria yang sedang asyik membandingkan pesawat buatan luar negeri dengan pesawat dalam negeri.
Pesawat luar terbang di wilayah perang musuh
tembak!!... duar duar jeder jeder...
Pesawat Indonesia terbang di wilayah perang musuh
Hus..!! Ngapain ditembak.. ntar juga jatuh sendiri
Dari dialog tadi bisa kita gambarkan bahwa gambaran masyarakat kita yang tidak pernah membanggakan karya di dalam negerinya.
          Sama seperti animasi,kita sudah terlalu banyak di bombardir olah film2 animasi dari luar sehingga terbangun mindset animasi harus seperti itu.Padahal kita punya cerita lokal yang menarik,plot yang indah,dan juga background yang jauh lebih indah dan keren dari pada mereka.Namun ada satu alasan kenapa animator lokal kita tidak memilih untuk membuatnya.Saya sering di anjurkan membuat film animasi dari cerita2 rakyat Indonesia oleh banyak orang termasuk orang dari dinas pariwisata kita sendiri.Saya menyanggupinya tapi saat saya berkata saya butuh makan makan mereka malah jadi melantur.Pembuatan film animasi itu membutuhkan waktu dan dana yang besar,harusnya mereka tau itu.Ditambah lagi televisi lokal kita tidak respect dengan film animasi lokal dan lebih memilih memutarkan film animasi dari luar dengan alasan kualitas.
Sebenarnya soal kualitas animasi,kita bisa menyanggupinya hanya punya problem di minimnya budget serta dana kita dalam mengerjakan animasi.Dan semua itu butuh proses,berawal dari kecil dulu terus menjadi besar,dan jelas intinya berilah animator lokal kesempatan untuk mulai mengembangkan animasi kita agar anak cucu kita tidak selamanya di cecoki oleh karya dari negeri luar dan bisa menikmati karya tanah kelahirannya.